Anak TK Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, KPAI: Perlu Perbaikan Sistem Pengasuhan Anak

Wecome Debug-all di Website Kami!

Debug All, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan anak-anak, bahkan usia pendidikan anak usia dini (PAUD), menjadi korban pornografi. Pengumuman itu disampaikannya sebagai respons atas insiden kekerasan seksual antar teman di kalangan anak laki-laki usia taman kanak-kanak di Pekin Baru, Rio. Anak TK Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, KPAI: Perlu Perbaikan Sistem Pengasuhan Anak

Tidak Punya Riwayat Kanker, Apakah Sudah Pasti Bebas Risiko?

Jasra juga menekankan perlunya pendidikan jasmani bagi anak usia dini. Karena mereka mengontrol perilaku orang-orang di sekitar mereka.

Menurut Jasra, kasus pelecehan seksual terhadap anak berusia lima tahun merupakan momen reformasi kolektif, sekaligus menekankan perlunya meninjau kembali pedagogi untuk memenuhi kebutuhan vital anak. Penting juga untuk menyoroti kemungkinan mengasuh anak sebagai tindakan pencegahan utama sebelum kekerasan seksual terjadi.

Berkaca pada situasi Pekin Barrow, Jasra mencatat pentingnya pengesahan RUU Penitipan Anak. Ia mengatakan, penting untuk memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang baik melalui berbagai elemen seperti keluarga, keluarga besar, keluarga derajat ketiga, keluarga asuh, dan pengasuhan.

Menurut Jasra, anak harus dibebaskan dari situasi pengasuhan yang tidak tepat sejak dini. Ia mengatakan, kasus kekerasan seksual merupakan kasus yang paling sering terjadi karena tidak adanya perhatian yang tepat. Untuk itu, mereka mendorong semua pihak untuk bekerja sama memperbaiki sistem pendidikan dan pengasuhan anak di Indonesia. Anak TK Jadi Pelaku Kekerasan Seksual, KPAI: Perlu Perbaikan Sistem Pengasuhan Anak

Jasra mengatakan kepada Debug All: “Anak-anak bisa mencontohkan seksualitasnya dengan cara yang sama, yang tidak mungkin terjadi jika anak tidak melihat perilaku yang sama. Perlu ditemukan, agar situasi di sekitar anak berubah. Ayo.” Kamis (18/1/2024).