Mengenal Bom Cluster RBK-250, Penebar Maut Massal yang Dilarang Dunia

Wecome Debug-all di Situs Kami!

JAKARTA – Penggunaan bom fosfor di Gaza menuai kemarahan aktivis kemanusiaan karena dampaknya yang sangat dahsyat, serupa dengan bom cluster RBK-250. Bom cluster Amerika baru-baru ini dilaporkan telah digunakan oleh militer Ukraina di medan perang melawan Rusia. Mengenal Bom Cluster RBK-250, Penebar Maut Massal yang Dilarang Dunia

Secara historis, bom cluster RBK-250 merupakan senjata yang diproduksi oleh Uni Soviet. Belakangan, negara-negara lain mengembangkan bom serupa dan menggunakannya dalam konflik terbuka. Saat itu bom ini sangat ditakuti karena terkenal dengan efeknya yang luar biasa hingga menakut-nakuti masyarakat. Panduan Feng Shui untuk Ngobrol di WhatsApp, Peringatan untuk Shio Anjing dan Babi

Seseorang yang terkena bom ini memiliki peluang yang sangat kecil untuk bertahan hidup karena luka bakar pada kulit dan dagingnya. Kerusakan juga berdampak pada organ dalam.

Menurut Guardian Jumat (25/1/2024), bom curah adalah senjata yang diledakkan di udara yang melepaskan bahan peledak dalam jumlah besar di wilayah yang luas. Bom ini bisa dijatuhkan dari pesawat, artileri dan roket.

Bom curah dirancang untuk meledak jika terjadi benturan. Akibatnya, siapa pun yang berada di area tersebut kemungkinan besar akan terbunuh atau terluka parah. Yang paling mematikan adalah sebagian besar bom yang dijatuhkan biasanya tidak meledak.

Konsekuensi logis dari hal ini adalah bom cluster menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Ada banyak laporan mengenai korban sipil akibat bom curah yang meledak beberapa hari atau bahkan bertahun-tahun setelah diledakkan.

Oleh karena itu, kelompok hak asasi manusia (HRG) menyebut penggunaan bom cluster di kawasan berpenduduk melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Pada tahun 2008, lebih dari 120 negara menandatangani Konvensi Munisi Curah, yang melarang penggunaan, produksi, pemindahan dan penimbunan senjata. Namun, beberapa negara, termasuk Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat, menolak menandatangani perjanjian tersebut. Mengenal Bom Cluster RBK-250, Penebar Maut Massal yang Dilarang Dunia

Ciri-ciri bom cluster RBK-250

Dilansir CAT-UXO.com, RBK (PBK) merupakan singkatan dari Razovaya Bombovaya Casseta. Dibuat di Uni Soviet, bom cluster ini memiliki berat 250 kg. Dimensinya panjang 2,3 m dan lebar 0,4 m, serta membawa bom (bom) dalam jumlah besar. Setiap bom berukuran panjang 33cm, berat 2,8kg dan berisi 500g bahan peledak.